Pusat Bisnis Syariah: Dakwah Islam

Tulungagung, Jawa Timur - Indonesia

pusatbisnissyariah@gmail.com

+62 851 5687 3419

Order Via Whatsapp sub menu

Tampilkan postingan dengan label Dakwah Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Agustus 2020

PENYEBAB MALAS SHOLAT DAN CARA MENGATASINYA PART 2

Agustus 21, 2020 0

 Jika sebelumnya Pusat Bisnis Syariah membahas penyebab malas sholat, kini kami akan mengulas bagaimana mengatasi malas sholat.

Baca artikel sebelumnya : Penyebab Malas Sholat

Caranya sangat mudah. Yaitu…


1. Berhenti melakukan dosa. Meskipun itu dosa yang kecil


Coba Anda ingat-ingat! Ketika Anda sakit alergi karena makanan tertentu, apa yang orang dewasa nasihatkan pada Anda?

Berhenti memakan makanan penyebab alergi itu. Ya, kan?

Saat iman kita sakit sehingga semangat beribadah menjadi loyo, kita harus menghentikan kebiasaan berbuat dosa yang secara sadar kita lakukan. Karena perbuatan dosa itulah yang memperburuk kesehatan iman kita.

Sakit fisik dan sakit iman itu juga termasuk musibah.


“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syura : 30)



2. Berteman dengan orang yang rajin ibadah


Ustadz Hanan Attaki pernah berkata dalam video Youtube-nya, “Seseorang itu dipengaruhi oleh siapa yang jadi temennya."

“Dan janganlah kamu condong kepada orang-orang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka. Dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain dari Allah SWT, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Hud: 113)


“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR Bukhari)


Tapi bukan berarti Anda harus mencari orang yang sempurna. Maksut sempurna di sini ialah orang yang rajin melaksanakan semua ibadah. Rajin tahajud, dhuha, baca Qur’an, dan lain-lain. Sulit mencari orang yang seperti itu.

 Sumber : https://www.masjidassegaf.com/2020/02/berteman-dengan-orang-sholeh/


3. Mempelajari ilmu agama


Imam Ahmad mengatakan, “Manusia lebih memerlukan ilmu daripada makanan dan minuman. Karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan dua atau tiga kali sehari, sedangkan ilmu diperlukan di setiap waktu.”

Maka dari itulah Allah mewajibkan hamba-Nya untuk menuntut ilmu.


“Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)


Hadits di atas menunjukkan bahwa, dengan mencari ilmu, kita akan dibantu Allah agar menjadi penghuni surga. Dan salah satu ciri penghuni surga adalah menjaga sholat.


“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadilah : 11)


Jadi buat Anda yang merasa derajat Anda di situ-situ saja, capcus gih, cari guru untuk minta ilmu!

Sumber : https://muslimah.or.id/10472-keutamaan-menuntut-ilmu-agama.html


Selanjutnya...

Read More

Sabtu, 11 Juli 2020

PENYEBAB MALAS SHOLAT DAN CARA MENGATASINYA

Juli 11, 2020 0
Pertama-tama, Pusat Bisnis Syariah ingin memuji Anda bahwa Anda adalah insan yang baik, karena Anda peduli dengan kualitas ibadah Anda. Sehingga ketika Anda merasa malas sholat, Anda segera mencari apa penyebab malas sholat dan bagaimana solusinya. Alhamdulillah!

Anda tidak sendiri. Saya pun pernah mengalami hal serupa. Lalu, ketika saya menghadiri suatu pengajian, kebetulan materi yang sedang dibahas adalah tentang penyebab malas beribadah.

Jadi bukan hanya penyebab malas sholat yang dikaji.

penyebab malas sholat


PENYEBAB MALAS SHOLAT

TERNYATA, penyebab malas sholat dan ibadah lainnya itu simple. Yaitu IMAN SAKIT.

Lho, memangnya iman bisa sakit?

Iman juga bisa sakit. Sama halnya dengan tubuh kita.

Saya beri perumpamaan sederhana.

Anda pasti pernah sakit demam, bukan?

Apa gejala sakit demam?

Salah satunya pasti tidak nafsu makan. Betul?

Meskipun yang dimakan adalah makanan selezat apapun, tetap terasa tidak enak. Benar?

Itulah tanda sakit fisik.

Kalau seseorang sakit iman, apa tandanya?

Jika sakit fisik ditandai dengan tidak enak makan, maka sakit iman ditandai dengan tidak enak beribadah. Salah satunya malas sholat. Seberapa besarpun pahala yang akan ia dapat, tetap saja ia merasa malas mengerjakannya.

Anda pernah tidak, merasa sangat bersemangat mengerjakan shalat fardlu di awal waktu, mengaji puluhan ayat tiap hari, shalat dhuha, tahajud, dan sebagainya?

Saat itulah iman Anda sehat wal ‘afiat. Sama halnya saat tubuh kita sehat wal’afiat, pasti kita begitu antusias makan apapun. Semua makanan tampak enak di mata kita. Namun, ketika Anda jatuh sakit, nafsu makan itu menjadi layu selayu-layunya.

Apa tanda iman jatuh sakit?

Awalnya semangat shalat di awal waktu, sekarang mepet di akhir waktu. Sebelumnya mengaji puluhan ayat per hari, sekarang buka mushaf Al-Qur’an saja malas. Biasanya bangun pagi buta untuk shalat tahajud, sekarang bangun pas waktu Subuh mau habis. Layunya semangat beribadah pasti ada pemicunya.

Kesimpulan :

Tanda iman sehat yaitu antusias mengerjakan ibadah wajib dan sunah
Tanda iman sakit yakni enggan mengerjakan ibadah wajib, apalagi yang sunah.


PENYEBAB IMAN SAKIT

Ada asap, pasti ada api.

Jatuh sakit pasti ada pemicunya. Pemicu sakit fisik seringkali karena melakukan hal-hal yang dilarang dalam ilmu kesehatan. Seperti sering kelelahan, stress berkepanjangan, makan tidak teratur, tidak menggosok gigi, dan masih banyak lagi. Atau bisa juga karena tertular penyakit dari orang lain.

Lalu, apa pemicu iman sakit?

Jika sakit fisik dipicu oleh perbuatan yang melanggar ilmu kesehatan, maka iman sakit dipicu oleh perbuatan yang melanggar ilmu agama, alias perbuatan dosa. Jadi jika Anda mulai merasa malas sholat, cobalah evaluasi. Dosa apa yang sering Anda lakukan akhir-akhir ini? Sudah tahu? Nah, stop melakukannya!

Stop segera! Sebelum sakit iman Anda kian parah dan akhirnya iman Anda … mati.

Baca juga :

PENTING! 5 Ciri Baju Syar'i Wanita Menurut Al-Qur'an dan Hadits Shahih

7 Cara Mudah dan Murah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Bagaimana Anakku Bisa Menjadi Imam Masjidil Haram?

CARA MENGATASI IMAN SAKIT

Saat kita sakit demam, dokter tidak hanya memerintahkan untuk menghentikan penyebab demam. Tapi juga menganjurkan minum obat demam.

Kalau sakit iman, bagaimana menyembuhkannya?

Berhenti melakukan sesuatu yang Anda ketahui bahwa itu dosa. Lalu, minum obat.

Apa obatnya?

Klik Selanjutnya

Yup, itu tadi artikel penyebab malas sholat dan cara mengatasinya dari Pusat Bisnis Syariah. Terima kasih telah membaca. Semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Read More

Sabtu, 23 Mei 2020

UNTUK DI RUMAH, BEGINI CARA DAN BACAAN SHALAT IDUL FITRI PART III

Mei 23, 2020 0


10. Duduk di antara dua sujud

Jangan lupa tetap dengan thuma’ninah. Salah satu doa yang mustajab ialah doa yang dibaca ketika duduk di antara dua sujud.

Maka jangan sia-siakan. Di-sunnah-kan membaca doa ini ketika duduk di antara dua sujud

   رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي 


Rabbighfir lii, warhamnii, wajburnii, warfa‘nii, warzuqnii, wahdinii, wa ‘aafinii, wa‘fu ‘annii

Artinya : Tuhanku ampunilah aku, sayangilah aku, tutupilah aibku, tinggikanlah derajatku, rezekikanlah aku, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku




11. Sujud dengan thuma’ninah.

Di-sunnah-kan membaca tasbih ini (3 kali) ketika sujud

   سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ   

Subhaana rabbiyal a‘laa wa bi hamdih.

Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya




12. Disunnahkan duduk istirahat sejenak

Dilakukan sambil mengucapkan subhaanallaah, lalu bangun untuk melaksanakan rakaat kedua



13. Takbir intiqal

Yaitu takbir yang mengiringi bangun dari posisi duduk ke posisi diri.




14. Takbir tambahan ‘Allaahu akbar’ sebanyak 5 kali

Dilakukan dengan kedua tangan di telinga sebagaimana takbiratul ihram. Saat jeda antar takbir, membaca zikir :

:   سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ   

Subhaanallaah, walhamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula walaa quwwata illâ billaahil ‘aliyyil azhiim.

Artinya : Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya kecuali bersama Allah Yang Maha Tinggi dan Agung




15. Membaca Surat Al-Fatihah  



16. Baca salah satu surat dalam Al-Qur’an

Anda bisa memilih surat yang dibaca Rasulullah SAW saat shalat Idul Fitri. Rasulullah SAW dulu membaca surat Al-Qamar atau Al-Ghasyiyah


17. Mengulangi nomor 7 sampai 11



18. Duduk tasyahhud akhir

Dilakukan dengan membaca bacaan :

   التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ 

At-tahiyyaatul mubaarakaatus shalawaatut thayyibaatu lillaah. As-salaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh, as-salaamu ‘alaynaa wa ‘alaa ‘ibaadillahis shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, kamaa shallayta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim; wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahiim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibraahiim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.



19. Salam

   السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله   

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaah


Sekian cara dan bacaan shalat Idul Fitri untuk Anda yang berencana menjalankannya di rumah. Semoga bermanfaat. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh.
Read More

Jumat, 22 Mei 2020

UNTUK DI RUMAH, BEGINI CARA DAN BACAAN SHALAT IDUL FITRI PART II

Mei 22, 2020 0


3. Takbir tambahan sebanyak 7 kali


   اللهُ اَكْبَرُ   (Allaahu akbar) dengan kedua tangan di telinga sebagaimana takbiratul ihram. Saat jeda antar takbir, membaca zikir :


 سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ   


Subhaanallaah, walhamdulillaah, walaa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil azhiim.

Artinya : Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya kecuali bersama Allah Yang Maha Tinggi dan Agung




4. Membaca Surat Al-Fatihah 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)  6.




5. Membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an.

Namun dulu, Rasulullah SAW membaca surat Qaf atau surat Al-A’laa 

Diriwayatkan dari 'Ubaidillah bin Abdullah bin 'Utbah. Ia mengisahkan, Umar bin Khathab bertanya kepada Abu Waqid Al Laitsi, “Apakah Rasulullah saw. membaca surah saat salat Idulfitri dan Iduladha.” Abu Waqid Al Laitsi menjawab, "Beliau membaca (surah) qaaf qal qur'anil majiid (Qaf) dan iqtarabitis saa'ah wan syaqqal qamar (al-Qamar)” (H.R. Tirmidzi).

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab, menyebutkan bahwa, "Dalam riwayat An-Nu‘man bin Basyir bahwa Rasulullah SAW saat salat id membaca Sabbihisma rabbika’ (Surat Al-A‘laa) dan ‘Hal ataaka hadiitsul ghaasyiyah’ (Surat Al-Ghasyiyah). Keduanya merupakan sunah. Wallahu a’lam."





7. Rukuk

Rukuk dengan thuma’ninah (jeda sambil mengucapkan subhaanallaah). Atau di-sunnah-kan membaca bacaan ini 3x saat rukuk

   سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ 

Subhaana rabbiyal ‘azhiimi wa bi hamdih.

Artinya : Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya





8. I‘tidal

I'tidal dengan thuma’ninah. Atau di-sunnah-kan sambil mengucapkan :

 رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ 

Rabbanaa lakal hamdu mil’as samaawaati wa mil’al ardhi wa mil’a maa syi’ta min syay’in ba‘du

Artinya : Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu





9. Sujud

Sujud dengan thuma’ninah. Atau di-sunnah-kan membaca kalimat ini 3x saat sujud


  سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ 

Subhaana rabbiyal a‘laa wa bi hamdih. 

Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya





Klik SELANJUTNYA untuk menuju langkah berikutnya.
Read More

Kamis, 21 Mei 2020

UNTUK DI RUMAH, BEGINI CARA DAN BACAAN SHALAT IDUL FITRI

Mei 21, 2020 0
Apakah Anda berada di zona merah Covid-19? Anda berencana shalat Idul Fitri di rumah? Tapi apakah Anda sudah tahu bagaimana cara dan bacaan shalat Idul Fitri? Adakah perbedaan bacaan shalat Idul Fitri di masjid dan di rumah?

Tidaklah berbeda cara dan bacaan shalat Idul Fitri ketika di masjid maupun di rumah. Namun tentu Anda akan kesulitan shalat Idul Fitri di rumah kalau tidak tahu cara dan bacaan shalat Idul Fitri.

Maka, berikut Pusat Bisnis Syariah ulas cara dan bacaan shalat Idul Fitri :




1. Usahakan berjamaah, meskipun hanya berdua


القسم الثاني من النفل المؤقت وهو ما تسن فيه الجماعة ( صلاة العيدين ) الأصغر والأكبر وهي من خصائص هذه الأمة  

Artinya : “Jenis kedua dari shalat sunnah yang ditentukan waktunya adalah shalat yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah adalah (shalat dua Id, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha). Shalat Id disyariatkan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW.”

(Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H, halaman 106)

bacaan shalat idul fitri





2. Baca niat shalat Idul Fitri

Baca niat di dalam hati, bersamaan dengan mulut mengucapkan Allaahu akbar ketika takbiratul ihram

Berikut niat shalat Idul Fitri :

(sebagai imam)

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى


Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adaa’an imaaman lillaahi ta‘aalaa.

Artinya : “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

(sebagai makmum)

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًمَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى


Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adaa’an ma’muuman lillaahi ta‘aalaa. 

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”






3. Baca doa iftitah

Hukumnya sunnah (boleh tidak dibaca. Dapat pahala lebih jika dibaca). Jika tidak dibaca, lompat ke nomor 4

Berikut doa Iftitah :

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .


Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

Artinya : 

"Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”

Klik SELANJUTNYA untuk menuju cara dan bacaan shalat Idul Fitri berikutnya. Semoga bermanfaat untuk Anda dan semoga Allah SWT melindungi Anda sekeluarga dari wabah Covid-19. Sekian. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Read More

Minggu, 10 Mei 2020

PENTING! 5 CIRI BAJU SYAR'I WANITA MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS SHAHIH PART II

Mei 10, 2020 0
Kali ini Pusat Bisnis Syariah akan melanjutkan 5 ciri baju syar’i wanita menurut Al-Qur’an dan hadits shahih.

2. Al-Qur’an surat An-Nuur ayat 31

Katakanlah pada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.”

Kalo hijabnya lebih panjang lagi?

Itu lebih bagus.

Kalo hijabnya di atas dada?

Minimal sampai menutup dada. Kurang dari itu berarti tidak boleh. Karena, selain untuk menutup rambut hingga leher, mengenakan hijab juga bertujuan untuk menutupi lekuk tubuh wanita di bagian dada. Sebab mayoritas ulama mengatakan lekuk tubuh wanita juga merupakan aurat.

3. Hadits Riwayat Abu Daud 4106


Dari Aisyah radhiallahu'anha, Asma binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah SAW dengan memakai pakaian yang transparan. Rasulullah SAW pun berpaling darinya dan bersabda,
 "Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haid, tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini (beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya)."

Wajah itu bagian mana saja?

Ustadz Felix Siauw dalam salah satu ceramahnya menjelaskan bahwa wajah adalah bagian yang menghadap lawan bicara. Tempat tumbuhnya rambut bukan termasuk wajah, berarti harus ditutup (kecuali kumis dan jenggot).

Namun dalam mazhab Syafi’i, wanita ketika shalat, dagu bagian bawah diperintahkan untuk ditutup.

4. Hadits Riwayat Imam Ahmad 6/295

Dari Ummu Salamah, Rasulullah SAW ketika bersabda mengenai masalah menjulurkan ujung pakaian, aku berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah bagaimana dengan kami (kaum wanita)?" Nabi SAW menjawab: "Julurkan lah sejengkal"'. Lalu Ummu Salamah bertanya lagi: "Kalau begitu kedua qadam (bagian bawah kaki) akan terlihat?'' Nabi SAW bersabda: "Kalau begitu julurkanlah sehasta."

Berdasarkan petunjuk-petunjuk di atas, bagaimana wanita sebaiknya memilih pakaian luar rumah?

1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan

2. Boleh memakai busana potongan

3. Berkerudung hingga menutupi dada untuk menyembunyikan lekuk tubuh di bagian dada

4. Longgar, supaya bentuk badan tidak tampak, dan tidak transparan

5. Gunakan kaos kaki untuk menutupi kaki bagian bawah

Mudah, bukan?

Tentu saja mudah. Karena Allah SWT berfirman :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” 
(QS Al-Baqarah: 286)

Di Jawa Timur, banyak kota-kota yang menjadi pusat produksi fashion, termasuk baju gamis. Kota Tulungagung salah satunya.

Di Tulungagung, sangat banyak industri fashion baju gamis, baik yang berskala home industry maupun berskala besar. Hal ini menjadikan toko fashion baju gamis hampir selalu dijumpai di jalan-jalan Tulungagung.

Salah satu toko fashion baju gamis di Tulungagung ialah Fas_shop.

baju syar'i wanita


Tiba waktunya Saudari memilih fashion baju gamis dari Fas_Shop mana yang terbaik untuk Saudari.

1. GAMIS LAYLA

baju syar'i wanita


Harga : Rp 207.000 (khusus Pusat Bisnis Syariah)
Ukuran : All size
Bahan : Corina weading
Warna : seperti dalam gambar
Pilihan warna : hanya yang tertera pada foto di atas
Kondisi : New





2. SYAR’I KANAYA


baju syar'i wanita

Harga : Rp 480.000 (khusus Pusat Bisnis Syariah)
Ukuran : All size
Bahan : Ceruti
Warna : Seperti gambar
Kondisi : New





3. GAMIS KEI

baju syar'i wanita

baju syar'i wanita


Harga : Rp 207.000 (khusus Pusat Bisnis Syariah)
Ukuran : L dan XL
Bahan : Katun kombinasi
Warna : Hijau keabuan, abu-abu, cokelat
Kondisi : New






Kenapa belanja di Pusat Bisnis Syariah ?

Karena kami :

1. Produk pasti halal
2.     Akad sesuai syariah
3. Amanah (jujur dalam menyampaikan kondisi produk)
4.     Layanan cepat
5.     100% made in Indonesia. No import!

Sekali lagi, 3 prinsip utama kami ialah : Halal, akad sesuai syariah, dan amanah.







Inilah ulasan para customer tentang kami :

baju syar'i wanita

(75% pembeli PUAS)

baju syar'i wanita

(Nilai kualitas produk mendapat BINTANG 5)





GARANSI UANG KEMBALI 100% DAN MENERIMA PENGEMBALIAN PRODUK apabila barang tidak sesuai pesanan atau tidak sesuai dengan keterangan dari kami.





Itu tadi 5 ciri baju syar’i wanita menurut Al-Qur’an dan hadits shahih. Semoga bermanfaat untuk Saudari. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.
Read More

Sabtu, 09 Mei 2020

PENTING! 5 CIRI BAJU SYAR'I WANITA MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS SHAHIH

Mei 09, 2020 0
Saudari ingin belanja baju syar’i wanita tapi tidak tahu syar’i itu seperti apa? Berikut Pusat Bisnis Syariah rangkumkan dengan bersumber dari Al-Qur’an dan hadits shahih, 5 ciri baju syar’i wanita.

Sebelum itu, Rasulullah SAW bersabda,
“Tidaklah suatu kaum duduk di majelis, dan mereka tidak menyebut nama Allah ‘Azza wa Jalla di dalamnya, dan tidak ber-shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melainkan akan menimpa mereka kesedihan pada hari kiamat, dan jika mereka masuk ke dalam surga itu adalah karena ganjarannya.” (shahih menurut Imam Ahmad, Imam Ibnu Hibban, Imam Al Hakim, dan Syaikh Al Albani)

www.pusatbisnissyariah.com


Maka dari itu, mari kita membaca shalawat dan hamdalah dulu agar terhindar dari kesedihan pada hari kiamat.

Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad. Alhamdulillaah.

Berikut 5 ciri baju syar’i wanita menurut Al-Qur’an dan hadits shahih.

1. Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 59

Artinya :
 Hai Nabi katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kok jilbabnya sepanjang itu?

Tenang, Saudari. Jilbab yang dimaksud pada ayat di atas bukan jilbab yang dikenal di Indonesia. Begini arti jilbab menurut ulama-ulama masyhur :

a. Ibnu Katsir : jilbab adalah baju rangkap di atas kerudung serupa baju kurung sekarang
b. Ibnu Hazm : jilbab dalam bahasa Arab yang dinyatakan oleh Nabi SAW ialah busana yang menutupi seluruh badan dan tidak hanya sebagiannya

Jadi arti jilbab pada surat Al-Ahzab di atas adalah busana panjang ya, Saudari. Busana yang menutupi seluruh tubuh.

Baju gamis sepanjang itu kalau kena jalanan becek, gimana? Kotor, dong?

Nabi SAW pernah ditanya semacam itu. Begini ceritanya :

Seorang wanita berkata, “Saya seorang wanita yang memanjangkan atau mengulurkan jilbab sampai menutup kaki, tapi harus berjalan melalui jalanan yang kotor.”
Rasulullah SAW pun bersabda, “Akan dibersihkan oleh jalan yang bersih sesudahnya.”
Hal serupa pernah ditanyakan seorang wanita dari bani Abdil Asyhal : “Ya Rasulullah, kami berjalan melalui jalan yang basah. Maka apakah yang harus kami lakukan?”
Nabi SAW bertanya, “Bukankah jalan yang berikutnya lebih baik?”
Wanita tersebut menjawab, “Benar, wahai Rasulullah.”
Lalu Nabi bersabda, “Jalan yang kotor akan dibersihkan jalan yang baik.”
(HR Abu Daud)

Jadi, tidak apa-apa baju gamis Saudari menyapu jalan yang kotor. Karena jalanan bersih yang Saudari lalui sesudahnya, akan membersihkan baju gamis Saudari. Tetap aman dipakai shalat.

Kalau busana potongan (rok dan baju terpisah) bolehkah?

Ustadz Felix Siauw dalam salah satu ceramahnya mengatakan, “Boleh, insha Allah.”

Ibu saya sudah tua. Haruskah tetap memakai jilbab?

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nuur ayat 60 :

Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi) tiadalah dosa atas mereka menanggalkan jilbab-jilbab mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Kesimpulannya, wanita tua boleh tidak pakai jilbab jika :
a. Sudah menopause
b. Tidak ingin menikah lagi
c. Tidak bermaksud memperlihatkan kecantikan/perhiasan

Mungkin Anda akan menyukai postingan kami yang ini :




Klik SELANJUTNYA untuk mencari tahu apa lagi petunjuk dari Allah SWT dan Rasul-Nya mengenai baju syar'i wanita. Terima kasih sudah membaca. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokatuhu.
Read More

Minggu, 26 April 2020

BAGAIMANA ANAKKU BISA JADI IMAM MASJIDIL HARAM? DAKWAH ISLAM PARENTING

April 26, 2020 0
Pada postingan dakwah islam kali ini, Pusat Bisnis Syariah menggunakan tema parenting. Dakwah parenting satu ini melalui cerpen yang berdasarkan kisah nyata. Pengalaman dari ibu seorang ulama masyhur.

Sekali lagi, ini hanya karangan cerpen. Namun berdasarkan kisah nyata.

Dari Riyadh, Arab Saudi.

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh.

Ya Allah... Limpahkanlah shalawat serta salam pada junjungan kami semua, Nabi Muhammad SAW.

Alhamdulillah!

Melalui tulisan ini, akan saya ceritakan kisah tentangku bersama putraku. Kisah yang tak terlupakan
Aku sedang mengaduk sup kambing mendidih di depanku ketika suamiku datang tergopoh-gopoh.

"Ma, tamu kehormatan kita tiba satu jam lagi."

Aku tersentak. "Tapi banyak hidangan yang belum siap. Cepat, bantu aku."

Dengan gerakan yang lebih cekatan dari sebelumnya, sup kambing dan menu-menu lainnya pun siap lebih awal. Namun masih ada satu masalah lagi. Padahal tamu-tamu kehormatan itu akan tiba beberapa menit lagi .

"Aku mencium bau kambing di pakaianmu," kataku.

"Kamu juga. Ayo kita membersihkan diri. Jangan sampai kita melayani mereka dengan bau seperti ini," kata suamiku. Aku pun mengikutinya meninggalkan meja makan.

Di tengah perjalanan, aku berpapasan dengan putra kecilku. Ia membawa mangkuk berisi pasir.
"Abdurrahman! Calon hafiz Qur'an! Calon Imam Masjidil Haram!" panggilku seperti biasa. Sedangkan nama pemberian ayahnya adalah Abdurrahman as-Sudais.  "Kalau bermain pasir, jangan sampai mengotori rumah. Ada tamu penting mau datang ke sini," pesanku lalu cepat-cepat melanjutkan perjalanan.

" Assalamu'alaikum!"

Itu mereka!

Syukurlah, aku dan suamiku sudah siap. NAMUN, ketika kami melewati meja makan hendak ke ruang tamu, aku melihat pemandangan yang membuatku terbelalak.

AKU BEGITU MARAH. Bagaimana tidak?

Di depanku, ANAKKU SEDANG MENABURKAN PASIR KE MAKANAN-MAKANAN UNTUK TAMU. Seolah, semua makanan itu adalah mainan, bukan makanan yang dimasak ibunya dengan susah payah.

"SUDAIS!" Bentakku dengan seluruh sisa tenagaku. "APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?! PERGI! JADILAH KAMU...JADILAH KAMU..." hal-hal buruk berdengung-dengung di kepalaku, menunggu aku muntahkan pada anakku. "JADILAH KAMU IMAM MASJIDIL HARAM!"

Berhasil!

Aku berhasil mengalahkan amarahku yang ingin mengatakan hal buruk pada putra kecilku
Sekarang, apa yang terjadi dengannya? Coba kalian tebak!

Sudais kecil kini telah menjadi Syaikh Abdurrahman as-Sudais yang di usia 22 tahun telah mampu memenuhi harapanku. Ya. Ia diangkat menjadi IMAM MASJIDIL HARAM di umur semuda itu.

Bahkan di tahun yang sama, ia dipercaya untuk berkhutbah di masjid kebanggaan umat Islam sedunia itu.

Hebatnya lagi, tahun 2005, putraku itu mendapat penghargaan sebagai ISLAMIC PERSONALITY OF THE YEAR (Tokoh Muslin Paling Berpengaruh) dari Dubai International Holy Qur'an Award Organising Committee

Ada lagi yang tak kalah mengagumkan.

7 tahun kemudian, ia diangkat menjadi kepala presidensial kepengurusan MASJIDIL HARAM dan MASJID NABAWI sekaligus.

Allahu Akbar!


dakwah parenting


Mungkin kalian setelah membaca kisahku ini, jadi teringat sabda Rasulullah SAW,

dakwah parenting

Jika waktu itu aku tidak menahan kata-kata buruk yang akan kulontarkan, entah jadi apa anakku sekarang.

!!! Cerpen ini hanya karangan semata. Namun berdasarkan kisah nyata !!!

Mungkin Anda akan menyukai postingan di bawah ini :

7 Cara Membangunkan Anak Shalat Subuh Agar Terbiasa

5 Cara Mengarahkan Cita-Cita Anak Agar Sukses Besar

3 Souvenir Makanan Mutu Baik Harga Bersaing

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barokatuh

Sekian dakwah parenting dari Pusat Bisnis Syariah. Meskipun berbeda cara penyampaiannya, yaitu melalui cerpen, semoga dakwah parenting ini lebih mudah untuk dipetik hikmahnya.
Read More

Sabtu, 07 Maret 2020

7 Cara Membangunkan Anak Shalat Subuh Agar Menjadi Kebiasaan Part III

Maret 07, 2020 0
www.pusatbisnissyariah.com


Setelah kita belajar 7 cara membangunkan anak shalat Subuh step pertama, kedua, dan ketiga kini kita belajar di Pusat Bisnis Syariah cara membangunkan anak shalat Subuh step selanjutnya. Apa itu?
#5 : Jauhkan Gadget, Mainan, dan Remote TV

Kenapa dijauhkan? Karena 3 benda itu yang sering membuat anak menunda tidur, padahal sudah masuk jam tidur.
Tips : Jangan tiba-tiba melarang anak memegang benda-benda itu saat jam tidur. Hal tersebut sering membuat anak marah. Akibatnya, anak bisa benci tiap disuruh bangun Subuh. Untuk itu, buatlah kesepakatan dulu dengan anak.
Contoh :
Bunda : “Dik, besok kan kita mau shalat Subuh bareng jam 5. Tapi biasanya Adik tidur jam berapa?”
Anak : “Jam 10.”
Bunda : “Terus Adik bangun jam berapa?”
Anak : “Jam 6.”
Bunda : “Berarti Adik tidur berapa jam?”
Anak : (mulai berhitung) “8 jam.”
Bunda : “Besok kita kan mau shalat Subuh jam 5, biar dapat berkah dari Allah. Berarti Adik harus sudah tidur jam berapa, hayo? Coba dihitung!”
Anak : (mulai berhitung) “Jam 9.”
Bunda : “Yup, betul! Tapi biasanya Adik jam 9 masih main handphone. Ya, kan?”
Anak : “Iya.”
Bunda : “Nah, biar Adik bisa bangun Subuh, kita buat perjanjian, ya. Mulai hari ini, jam 9 handphone-nya harus dikasih ke Bunda. Nanti kalo Adik berhasil bangun Subuh, Bunda belikan jajanan pasar buat Adik (atau hadiah yang lain). Setuju? (acungkan jari kelingking sebagai tanda perjanjian)”
Anak : “Setuju.”
Sekian artikel 7 langkah membiasakan anak shalat Subuh part III dari Pusat Bisnis Syariah. Semoga bermanfaat. Baca juga :


Boleh mampir ke Toko Syariah. Menyediakan berbagai keperluan yang 100% halal, sesuai syariah, amanah, dan 100% produk dalam negeri.
Terima kasih telah membaca. 7 cara membangunkan anak shalat Subuh part IV akan segera kami publish. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Read More

Sabtu, 29 Februari 2020

7 Cara Membangunkan Anak Shalat Subuh Agar Menjadi Kebiasaan Part II

Februari 29, 2020 0
www.pusatbisnissyariah.com


Setelah kita belajar cara membangunkan anak shalat Subuh step pertama dan kedua, kini kita belajar di Pusat Bisnis Syariah cara membangunkan anak shalat Subuh step selanjutnya.

Apa itu?

#3 : Siapkan Penyemangat Anak

Ada 2 hal yang bisa menjadi penyemangat anak. Yaitu :

a. Hadiah sederhana

Contoh

Bunda : “Adik pinter, deh, hari ini bisa shalat Subuh tepat waktu. Bunda kasih hadiah, ya.”

Anak : “Apa hadiahnya, Bun?”

Bunda : “Nanti Bunda belikan jajanan pasar,” atau “Nanti Bunda buatkan makanan kesukaan Adik.”

Bunda bisa tentukan hadiah apapun. Sederhana saja, asalkan halal, sehat, dan disukai anak-anak.

b. Aktivitas yang Menyenangkan

Contoh

Bunda : “Karena Adik hari ini udah pinter, udah shalat Subuh tepat waktu, setelah ini Bunda ajak jogging ya,” atau, “…nanti Bunda ajak berenang, ya,” atau, “…nanti kita main petak umpet, ya.”

Tips : Jangan lupa memuji anak tiap selesai shalat Subuh. Misal, “Adik pinter, deh,” atau “Wah, anak Bunda hebat,” atau lainnya.

#4 : Ajak Anak Berdoa Sebelum Tidur

Setan suka sekali mengganggu manusia saat tidur supaya terlambat shalat Subuh. Itulah kenapa, Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,


“Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari 2311)

Tips : Anak akan sulit diajak wudlu ketika sudah mengantuk. Saran kami, bimbing anak berwudlu setelah gosok gigi malam atau jam berapapun yang agak jauh dari jam tidur anak. Seperti setengah jam sebelum tidur.

Kabarkan pada anak kenapa ia perlu berwudlu dan berdoa sebelum tidur. Agar ia tidak merasa 'buat apa sih?' Atau 'males ah!'.

Contoh

Bunda : “Dik, mulai sekarang sebelum tidur, kita wudlu sama berdoa bareng, ya.”

Anak : “Kenapa?”

Bunda : “Karena ternyata setan suka nemenin kita pas tidur. Setan juga suka bikin kita mimpi buruk, lho. Adik pernah nggak, mimpi buruk?”

Anak : “Pernah. Aku pernah mimpi (lalu anak akan bercerita tentang mimpinya. Simak saja dengan sabar).”

Bunda : “Ih, serem. Itu gara-gara setan, tuh. Setan juga suka bikin kita bangun siang. Padahal kan, kalo kita bangun Subuh, kita dapat berkah dari Allah SWT. Ya, kan, Dik?”

Anak : “Iya.”

Bunda : “Makanya, kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, biar pas kita tidur nggak diganggu setan, kita diajari buat wudlu dan berdoa sebelum tidur. Jadi nanti jam 20.30, kita wudlu bareng, yuk.”

Anak : “Oke. Doanya gimana? Aku nggak bisa.”

Bunda : “Tenang. Nanti Bunda ajari.”

Saat anak akan tidur, bimbinglah berdoa. Bacaan yang ampuh untuk melindungi diri dari gangguan setan ketika tidur adalah ayat Kursi.

Sekian artikel 7 cara membangunkan anak shalat Subuh agar menjadi kebiasaan part II dari Pusat Bisnis Syariah. Semoga bermanfaat.

Baca juga :

5 Cara Mengarahkan Cita-Cita Anak Agar Sukses Besar

Anak Sering Buka Pornografi, Apa Yang Akan Terjadi?

5 Peluang Bisnis UKM Di Indonesia

Terima kasih telah membaca. 7 cara membangunkan anak shalat Subuh part III akan segera kami publish. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Read More

Sabtu, 22 Februari 2020

7 Cara Membangunkan Anak Shalat Subuh Agar Menjadi Kebiasaan

Februari 22, 2020 0
www.pusatbisnissyariah.com


Pertama-tama, Pusat Bisnis Syariah ingin memuji Bunda bahwa Bunda adalah ibu yang baik, karena peduli dengan kualitas shalat Subuh anak. Buktinya, Bunda telah meng-klik artikel berjudul 7 cara membangunkan anak ahalat subuh agar menjadi kebiasaan ini.

Bagaimana langkah-langkahnya?

#1 : Jadilah contoh untuk anak

Ibu adalah sekolah pertama (madrasatul ‘ula) bagi anaknya

Merasa familiar dengan pepatah di atas?

Itulah kenapa kebiasaan anak tergantung kebiasaan orangtuanya, dalam hal ini adalah Bunda.

Kenapa Bunda?

Karena Bundalah orang yang paling sering dilihat anak.

Pepatah barat mengatakan :

Children see children do

Anak melakukan apa yang ia lihat

Jadi, sebelum membiasakan anak shalat Subuh, alangkah baiknya jika Bunda membiasakan diri shalat Subuh tepat waktu terlebih dahulu. Jika Bunda sudah tepat waktu, bisa loncat ke step berikutnya.

#2 : Kabarkan pada anak manfaat luar biasa shalat Subuh tepat waktu

Memangnya apa manfaat shalat Subuh tepat waktu?

Beuuuh!!! Banyakkk!!!

1. Dapat Berkah

Katakan pada buah hati :

“Dek, tahu nggak, kalo Nabi Muhammad SAW pernah berdoa pada Allah. Begini doanya :
Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya
(Hadits riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Adik mau nggak dapat berkah?”

“Berkah itu apa, Bun?” tanya Anak.

“Berkah itu hadiah dari Allah.”

“Hadiahnya apa?”

“Banyak. Misalnya adik jadi lebih sehat, nggak gampang sakit, atau adik jadi lebih pintar, jadi disukai sama guru, jadi punya banyak teman, atau Allah akan mengabulkan doa-doanya Adik. Pokoknya macam-macam, deh. Mau, nggak?”

“Mauuu!”

“Kalau mau, besok Adik bangun pagi-pagi banget buat shalat Subuh. Kan Nabi Muhammad SAW berdoa ke Allah supaya memberi berkah di pagi hari. Jadi, besok Bunda bangunin jam 4, ya. Kita shalat Subuh bareng.”

2. Mendapat Cahaya Sempurna di Hari Kiamat

“Dek, tahu nggak, kalau nanti pas hari Kiamat, dunia ini tuh gelaaap banget. Kita nggak bisa lihat apa-apa. Cuma beberapa orang aja yang dikasih Allah cahaya sempurna pas hari Kiamat. Adik tahu nggak, siapa aja yang dikasih cahaya?”

“Siapa, Bun?”

“Nabi Muhammad SAW bersabda :
Sampaikanlah berita gembira pada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat
(Dari Buraidah al-Aslami r.a., diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi)

Jadi, orang-orang yang dikasih cahaya sempurna dari Allah SWT saat hari Kiamat adalah orang yang shalat Subuh dan Isya’ berjamaah di masjid. Adik nggak mau kan nanti pas hari Kiamat nggak dapat cahaya?”

“Enggak mau.”

“Kalau nggak mau, nanti Bunda bangunin buat shalat Subuh bareng, ya. Jam 4.”

***
Ada banyak lagi manfaat hebat shalat Subuh tepat waktu, apalagi jika dijalankan dengan berjama’ah di masjid.

Percakapan di atas hanya contoh. Bisa Bunda praktikkan. Bisa juga Bunda kreasikan sendiri bagaimana menyampaikan pada anak manfaat luar biasa shalat Subuh tepat waktu.

Baca juga :

WOW 3 Jajanan Stik Dengan Nutrisi Super

5 Cara Mengarahkan Cita-Cita Anak Agar Sukses Besar

Anak Sering Buka Pornografi Apa yang Akan Terjadi?

Yup, itu tadi langkah pertama dan kedua dari cara membangunkan anak shalat subuh agar menjadi kebiasaan dari Pusat Bisnis Syariah. Langkah selanjutnya akan kami upload Rabu depan. Terima kasih telah membaca. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Read More

Rabu, 19 Februari 2020

5 Cara Mengarahkan Cita-Cita Anak Agar Sukses Besar Part IV

Februari 19, 2020 0
www.pusatbisnissyariah.com


Cara mengarahkan cita-cita anak part I

Cara mengarahkan cita-cita anak part II

Cara mengarahkan cita-cita anak part III

Kini saatnya, kita mengulas step ke 4, yakni :

#4 : Ajak si Kecil Mengamati Profesi yang Ia Impikan


Mengapa si Kecil perlu diajak mengamati profesi yang ia cita-citakan? Karena :

1) Si Kecil, ketika menentukan apa cita-citanya, pasti tanpa pertimbangan
2) Si Kecil tidak tahu dengan sebenar-benarnya apa saja yang dikerjakan dokter, guru, pilot, polisi, atau profesi apapun yang diimpikannya

3) Si Kecil tidak tahu apakah profesi tersebut sudah sesuai dengan bakat dan minatnya atau tidak

Lho? Memangnya anak kecil sudah punya bakat dan minat?

Seringkali, ketika menginjak kelas 4 SD ke atas, anak mulai terlihat ia mahir di bidang apa. Apakah menggambar, menyanyi, olahraga, berhitung, atau lainnya.

Nah, saat si Kecil mengamati profesi yang ia cita-citakan, ia akan mendapat kesimpulan dengan sendirinya apakah profesi tersebut cocok dengan bakat-minatnya atau tidak.

Jadi, jangan heran kalau si Kecil akan terus mengganti cita-citanya. Karena sebenarnya, bergonta-ganti cita-cita adalah proses mengenali jati diri.

Lagipula, tidak masalah cita-cita terus berubah. Asalkan tujuan hidup tidak ikut berubah, yaitu surga.

Lalu, apa yang harus dilakukan agar si Kecil bisa mengamati profesi yang ia cita-citakan?

1) Ajak si Kecil mendatangi tempat bekerja profesi yang menjadi impiannya. Atau jika Anda adalah seorang guru yang ingin mengarahkan cita-cita para murid Anda, Anda bisa mengundang dokter, polisi, pilot, dan profesi apapun yang menjadi cita-cita anak didik Anda ke sekolah untuk mempresentasikan pekerjaan mereka.

Contoh #1 Mengamati Dokter

Bunda : “Dik, kemarin adik bilang ke Bunda kalau cita-cita Adik jadi dokter, kan?”

Si Kecil : “Iya. Emang kenapa, Bun?”

Bunda : “Sekarang Adik siap-siap, ya. Kita mau ke tempat praktik Dokter Titik.”

Si Kecil : “Tapi aku kan nggak sakit, Bun.”

Bunda : “Iya. Kita di sana cuma mau lihatin Dokter Titik kerja. Biar Adik tahu jadi dokter itu kayak gimana. Cita-cita Adik jadi dokter, kan?”

Si Kecil : “Iya, Bun. Oke!”

Bunda : “Tapi Adik harus janji, di sana nanti tidak boleh berisik. Harus duduk tenang. Biar Dokter Titik tidak terganggu.”

Si Kecil : “Oke.”

Bunda : “Bagus. Buruan mandi! Kita harus tiba di sana sebelum praktiknya buka.”

Sesampainya di tempat praktik Dokter Titik…

Bunda : Assalamu’alaikum, Bu Titik.”

Dokter Titik : Wa’alaikumsalam. Ada apa, Bu?”

Bunda : “Ini, anak saya cita-citanya jadi dokter kayak Bu Titik. Kalau boleh, anak saya mau lihatin Bu Titik pas lagi praktik.”

Dokter Titik: “Wah, Adik mau jadi dokter, ya?”

Si Kecil : “Iya.”

Bunda : “Anak saya janji akan duduk tenang dan tidak berisik, Bu. Tidak lama, kok. 15 menit insha Allah cukup.”

Dokter Titik : “Oh, boleh kalau begitu. Adik janji ya, duduk tenang dan jangan berisik. Oke?”

Si Kecil : “Oke.”

***

Lalu, bagaimana dengan cita-cita polisi atau pilot? Bagaimana cara mengamatinya?

Kalau si Kecil bercita-cita jadi polisi, ajak saja ia berkeliling Polres. Bimbing ia melihat bagaimana polisi menguji pendaftar SIM. Juga, saat Bunda mendapat info ada penertiban di jalan, ajak si Kecil mendatangi lokasi untuk melihat bagaimana polisi mengecek kelengkapan surat para pengendara.

Kalau si Kecil bercita-cita jadi pilot, ajak ia mengamati pekerjaan pilot dari Youtube. Di Youtube, tersedia banyak video pilot lagi nge-vlog, cerita pilot, tanya jawab dengan pilot, dan sebagainya.

Sekian artikel cara mengarahkan cita-cita anak part IV Mengamati Profesi yang si Kecil Impikan. Selanjutnya cara mengarahkan cita-cita anak step terakhir yang akan kami kami upload di Pusat Bisnis Syariah segera. Sekian. Wassalamu’alaikum wa wahmatullahi wa barakatuh.

Read More

Rabu, 12 Februari 2020

5 Cara Mengarahkan Cita-Cita Anak Agar Sukses Besar Part III

Februari 12, 2020 0
www.pusatbisnissyariah.com


Setelah kita mengulas step nomor 1 cara mengarahkan cita-cita anak, kita lanjutkan pembahasan step nomor 2.

Cara Mengarahkan Cita-Cita Anak Part I

#2 : Ajak si Kecil Menggambar Cita-Citanya

Kisah nyata kedua yang tak kalah mencengangkan dari kisah nyata pertama, terkait efek menggambar cita-cita, sebagai berikut :

Baca kisah nyata pertama.

Salah satu guru SMA saya, sebut saja Pak Rohman, pernah menceritakan kisah masa SMA-nya pada murid-murid di kelas. Begini ceritanya…

Suatu hari, saat cuaca panas, Pak Rohman yang masih SMA sedang duduk-duduk di teras kelas. Di dalam kelas, ayah Pak Rohman sedang menerima raport dari wali kelasnya.

Nak,” panggil ayah Pak Rohman ketika keluar kelas.

Pak Rohman muda pun berdiri dan menghampiri sang ayah.

Ayah Pak Rohman memperlihatkan isi raport pada anaknya. “Kamu peringkat 27. Belajar lebih rajin lagi, ya,” kata Pak Rohman sembari membelai kepala anaknya. “Bapak pamit pulang dulu.”

Iya, Pak.

Pak Rohman memandangi ayahnya yang berjalan ke tempat parkir, mengambil sepeda motor butut, dan mengeslah motor tersebut berkali-kali namun tak kunjung menyala.

Pak Rohman memerhatikan ayahnya dengan hati miris. Sang ayah telah meluangkan waktu di sela-sela bekerja, mengendarai motor yang sulit dinyalakan, membiarkan dirinya disengat panas matahari, hanya untuk mengambil raport anaknya yang mengecewakan. Peringkat 3 terendah.

Bahkan sang ayah tak terlihat marah sedikitpun.

Aku harus bisa membahagiakan bapak dan ibu. Selagi sempat, tekad Pak Rohman.

Sesampai di rumah, Pak Rohman langsung masuk kamar dan mengambil kertas besar berikut spidol. Di kertas itu, Pak Rohman menulis dengan huruf super besar.

SEMESTER DEPAN AKU HARUS PERINGKAT 5 BESAR

Tulisan itu ditempel di pintu, sehingga tepat menghadap tempat tidurnya.

Baca juga :


Semester baru pun tiba. Pak Rohman yang baru pulang sekolah tiba-tiba mendapat panggilan telpon dari Agus, temannya. Diambillah ponselnya yang ada di kamar.

Halo, Gus.

Oi! Main sepak bola, yuk!” kata Agus.

Di mana?

Lapangan dekat rumahmu.

Oh, oke,” jawab Pak Rohman. Kemudian, tanpa sengaja, Pak Rohman melihat tulisannya sendiri yang super besar di pintu kamar.

SEMESTER DEPAN AKU HARUS PERINGKAT 5 BESAR

Eh, Gus. Halo?

Halo. Kenapa, Man?” Jawab Agus yang ternyata belum mematikan telepon.

Aku nggak jadi main, ding.

Lho? Kenapa?

Aku mau ke rumah Fina, teman sekelasku.

Fina yang kemarin ranking 1 itu, ya?

Iya.

Mau ngapain? Kamu mau pedekate sama dia?

Enggaaak! Aku mau…itu, mengerjakan tugas kelompok.

Oh, gitu? Ya sudah.

Sambungan telepon berakhir. Pak Rohman segera menyiapkan buku-buku, lalu menelpon Fina.

Halo, Man? Tumben nelpon.

Fin, kamu lagi luang, nggak?

Iya. Emang kenapa?

Aku mau ke rumahmu. Tolong ajari aku PR Matematika yang tadi dikasih Bu Ningsih, ya. Kamu tahu, kan, aku paling nggak bisa sama Matematika.

Oh, oke. Tumben juga kamu minta diajari. Biasanya, kamu tinggal nyontek aja.

Hehehe. Aku berangkat sekarang.”

Di rumah Fina, Pak Rohman tidak hanya minta diajari mengerjakan PR. Melainkan juga minta diajari materi-materi Matematika sebelumnya yang ia gagal paham. Alhasil, saat Maghrib, barulah Pak Rohman pamit pulang.

Makasih, Fin, udah bantu aku. Kalo ada materi Matematika yang aku nggak bisa lagi, aku datang ke rumahmu, ya. Aku bawain jajan, deh, buat kamu.

Siap!

Sama materi Kimia dan Fisika. Pusing beneran aku sama dua pelajaran itu.

Kalo Kimia, lebih baik kamu minta diajari sama Luqi. Dia lebih jago Kimia daripada aku. Aku pun sering minta diajari sama dia.

Oh, gitu? Oke.

Kalo Fisika, Harun ahlinya.

Oke. Thank you, Fin, infonya.

Sejak saat itu, tiap Pak Rohman bangun tidur, hal pertama yang beliau lihat selalu adalah tulisannya yang jumbo itu. Sehingga beliau senantiasa ingat untuk berangkat sekolah dengan semangat dan memerhatikan guru dengan sungguh-sungguh.

Begitu pula tiap ia pulang sekolah. Tulisan super besar itu senantiasa mengingatkannya untuk menggunakan waktu luang dengan belajar ke rumah teman yang lebih pintar.

Tibalah saat penerimaan raport.

Pak Rohman menunggu di luar kelas dengan tegang, sementara sang ayah menanti giliran mendapat raport. Tak lama, sang ayah keluar dari kelas.

Kamu peringkat satu, Man,” sang ayah memperlihatkan isi raport dengan senyum bahagia. Pak Rohman hanya diam tercengang. “Ternyata kamu bisa pintar, lho,” lanjut sang ayah dengan senyum merekah tetap menghiasi wajah tuanya.

Baca juga :


***

Dari kisah tersebut, apa yang bisa Bunda tangkap mengenai manfaat menggambar cita-cita?

Menggambar cita-cita, kemudian hasil gambarnya ditempel di kamar, bisa menjadi pengingat anak untuk semangat mencapainya. Dia jadi rajin belajar atau melakukan apapun yang berkaitan dengan cita-citanya.

Kisah di atas memang bukan aktivitas menggambar, melainkan menulis cita-cita. Namun, anak kecil lebih suka menggambar daripada menulis.

Tapi anak saya tidak pandai menggambar. Bolehkah kalau gambarnya diambil dari internet?

Gambar yang si Kecil buat sendiri, jauh lebih berkesan di hatinya daripada gambar orang lain. Jika si Kecil merasa pesimis ketika Bunda ajak menggambar, maka :

1) Katakan, “Kalau adik bilang nggak bisa menggambar, nanti adik nggak bisa beneran, lho. Kalau adik bilang aku bisa menggambar, nanti adik beneran bisa. Jadi, ayo bilang aku bisa menggambar!

Saya sudah terapkan cara di atas dan berhasil. Adik saya yang tadinya malu menggambar, sekarang berani menggambar.

2) Ketika si Kecil sedang menggambar, dukunglah dengan pujian seperti, “Wah, bagus tuh gambarnya adik. Tuh, adik bisa menggambar, kan?

3) Terus dukung si Kecil hingga ia mewarnai gambarnya dan menempelnya di kamar.

Tips :

* Gambarlah sebesar mungkin. Supaya tampak mencolok ketika telah ditempel di kamar. Dengan begitu, gambar tersebut selalu mencuri perhatian si Kecil setiap ia memasuki kamar.


Sekian artikel dari Pusat Bisnis Syariah cara mengarahkan cita-cita anak part III Ajak si Kecil Menggambar Cita-Citanya. Terima kasih telah membaca. Semoga bermanfaat. Selanjutnya cara mengarahkan cita-cita anak part IV akan diposting Sabtu besok. Wassalamu’alaikum wa wahmatullahi wa barakatuh.
Read More

Post Top Ad